Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis

KELANGAN


Sedari pagi Puro uring-uringan, gairah hidupnya tampak memudar. Padahal sehari yang lalu ia masih begitu bersemangat, terlebih saat main media sosial menggunakan telepon pintar baru miliknya. Update status, komen sana, like sini, kadang tertawa sendiri menatap layar mungil yang ada dalam genggamannya. Namun hari  ini semua berbeda, Tagur pun merasa heran melihat perubahan sikap Puro.
“Kamu kenapa sih, dari tadi aku lihat murung mulu?” tanya Tagur.
“Aku lagi sedih, tolong jangan ganggu, biarkan aku sendiri.”
“Yahaaa, drama! Makane jangan banyak nonton sinetron!”

HOAX?

Image Google
“Seorang pedagang pasar Klonyor mengamuk, lalu membakar barang dagangannya.”
Begitu bunyi pesan broadcast yang beredar di media sosial. Pesan tersebut menyebar begitu cepat dari akun ke akun hingga memicu kepanikan luar biasa di kalangan para pedagang.
Mbok Inah, pedagang beras di pasar Klonyor kejang-kejang hingga pingsan saat mendapat kabar dari anak bungsunya tentang pasar Klonyor yang terbakar. Pun begitu pak Sutoyo, juragan sembako itu terengah-engah lunglai, usai menerima informasi tentang pasar Klonyor dari tetangganya yang aktif di media sosial. Beda lagi dengan pak Rahmat, pedagang pakaian itu tiba-tiba meracau tak karuan sebab memikirkan hutang atas barang pesanannya yang baru datang tadi sore. Pak Warsidi lebih parah, ia nekad menenggak cairan pembasmi serangga dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.


Senin

Cari Kerja Apa Cari Duit?


Tiga bulan menapak waktu sebagai pengangguran intelek, Damar mulai dihinggapi rasa jenuh. Untaian detik setiap harinya ia habiskan di dalam kamar kos. Ke mana hendak pergi, teman-teman pun sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Dari pagi hingga petang menjelang, suasana di sekitar kos juga sepi, karena ditinggal penghuninya yang tengah memburu pundi-pundi rupiah.
Menjelang tengah hari, di halaman kos Damar melihat pak Saiman lagi membersihkan sampah menggunakan sapu lidi. Keberadaan pak Saiman menjadi pelipur tersendiri bagi Damar yang fakir teman ngobrol. Damar melangkah keluar mendekati pak Saiman.
“Lagi bersih-bersih pak.”
“Eh, iya nak Damar.”
“Boleh saya bantu.”
“Jangan, nanti baju nak Damar kotor.”
“Enggak apa-apa, pak.”
Walau dicegah, Damar tetap membantu pak Saiman memindahkan sampah ke dalam tahang.
Damar merasa kagum melihat semangat kerja pak Saiman. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, pak Saiman seperti tidak kenal lelah. Sebagai orang kepercayaan pemilik kos, pak Saiman yang mengurus segala kebutuhan penghuni rumah kos yang terdiri dari sepuluh kamar itu. Mulai dari membersihkan sampah, mengurus listrik, air, hingga memperbaiki kerusakan bangunan. Satu pekerjaan berat lain yang harus dilakoni pak Saiman adalah menghadapi penghuni kos dengan berbagai latar belakang dan karakter. Keluhan, hardikan, bahkan cacian, namun semua itu tidak menyurutkan semangatnya.

Obrolan Warung Kopi

Image m.harianindo.com

Saya berdecak kagum ketika menyaksikan berita televisi. Pembaca berita menyampaikan kabar bahwa di Belanda beberapa penjara ditutup karena kekurangan penjahat. Saat tengah berfokus menyimak berita, tiba-tiba laki-laki paruh baya yang duduk di sebelah saya menyeletuk.
“Kamu tahu kenapa penjara di Belanda kekurangan penjahat?”
“Mungkin di sana banyak orang baik dan waras,” balas saya spontan. Sengaja saya tambahkan kata “mungkin” bukan karena saya ragu atas jawaban yang saya ucapkan, tapi itu bagian dari bumbu agar saya tidak terkesan sok benar.
“Jadi di negara kita penyebab penjara tumpah ruah karena banyak orang jahat dan orang tidak waras?”
“Pendapat saya begitu. Mungkin bapak punya pendapat lain?”
“Jawabannya kesejahteraan. Angka kejahatan bisa ditekan kalau masyarakat sejahtera.”
“Lima puluh persen saya sependapat sama bapak.”
“Kenapa cuma lima puluh persen?”
“Menurut saya yang lima puluh persen lagi ada pada akhlak yang baik.”
“Sok tahu kamu!”
“Bapak boleh saja mengatakan saya sok tahu, tapi saya punya alasan logis.”
Lelaki paruh baya itu senyum kering menatap saya seperti mengejek. “Apa alasan logis kamu?” tanyanya.
“Sejahtera, kesejahteraan berarti keadaan sejahtera; keamanan, keselamatan, ketentraman. Yang bapak sampaikan itu tujuan, sementara bapak melupakan proses menuju tujuan tersebut. Kita bisa memperbaiki akhlak (budi pekerti) tanpa harus sejahtera lebih dahulu, tetapi kita tidak akan bisa sejahtera tanpa membenahi akhlak. Jika yang bapak maksud sejahtera secara ekonomi, para pejabat kita kurang apa? Kenyataannya masih banyak oknum pejabat kita yang korupsi.”
Laki-laki paruh baya mangguk-mangguk, kemudian bangkit dari tempat duduk.
“Cara berpikir kamu keren! Saya pamit dulu,” ucapnya sambil menepuk-nepuk bahu saya.

Selasa

Balada 2J

Image google

Bang, tadi sore tetangga kita beli tv baru, kita kapan ganti tv?” tanya Jubaidah pada suaminya sembari mengaduk secangkir kopi.
Julkipli diam seribu basa pura-pura tidak mendengar, ia terus membuka lembaran koran terbitan sepuluh tahun lalu di atas sofa usang rumah kontrakan sepetak yang sudah dua tahun mereka tempati.
“Baaaaang!”
“Apaan sih?”
“Ih, abang gitu ya, tadi aku nanya lo!”
“Tv kita kan masih bagus.”
“Bagus apanya, layar penuh laler begitu dibilang bagus, mana masih hitam putih pula.”
“Buat apa ganti tv? Lagian diganti juga namanya enggak bakal berubah, tetap aja tipi.”
“Tetangga sebelah sudah punya tv baru, Bang! Masa kita masih pakai tv lama. Abang udah enggak sayang ya sama Idah?”
“Abang sayang sama Idah, sumpah mati deh sayaaaaang banget. Sayang sama Idah, enggak sayang sama TV baru!”

Kamis

Perihal Asmara

Image Truepoop.com

Saya sangat bersyukur, semenjak zaman masih sekolah banyak teman-teman dan para sahabat yang mempercaya saya sebagai diary berjalan mereka (baca: tempat curhat). Setidaknya itu menandakan mereka percaya kepada saya sebagai pendengar yang baik, perumus solusi yang baik, dan yang paling utama adalah dapat dipercaya agar rahasia negara (umumnya soal percintaan) yang mereka kesahkan kepada saya, tak bocor. (Pede banget lo TM? Lebih baik pede daripada peang, wahahaha).
Beberapa tahun belakangan sudah mulai agak jarang teman yang curhat kepada saya, walau sesekali masih, namun bukan berarti status saya sebagai diary berjalan sudah berakhir. Teman memang sudah agak jarang yang curhat, mungkin karena mereka sudah pada dewasa dan bijak, semoga benar, wahahaha. Tapi belakangan yang banyak curhat kepada saya malah adik-adik, mulai adik sepupu, adik sekampung, adik sebumi, sampai adik dari teman-teman, wahahaha ternyata diwariskan. Rata-rata mereka masih ABG (Asosiasi jom-B-lo Galau, wahahahha, maksa!).
Di sini saya tidak akan mempublish data mereka yang pernah curhat kepada saya, sebab itu jelas melanggar sumpah jabatan saya sebagai diary berjalan, wahaa. Tapi saya akan membagikan hal-hal apa saja yang menjadi kesah mereka, atau lebih tepatnya hal yang paling sering menjadi tema curhat mereka.
Baiklah, daripada mukadimahnya kepanjangan dan pemirsa keburu bosan duluan, langsung saja kita meluncur ke TKO! Eh, TKP!

Rabu

Pergi Bersama Mimpi


Detak jam weker yang terpajang di meja kamarku menghentak keheningan. Jarum pendeknya tepat berada di angka satu, sementara jariku masih terus menari di atas keyboard laptop untuk menuntaskan laporan yang baru selesai setengah.
Aku merasa sangat lelah, dari siang kondisi badanku memang kurang fit. Seharusnya laporan keuangan ini bukan aku yang mengerjakannya, tapi Dini. Karena Dini lagi cuti untuk menghadiri resepsi pernikahan sepupunya, terpaksa aku mendapat tugas tambahan.
Hembusan angin malam yang masuk melalui celah jendela membuat tubuhku semakin lemah. Badanku terasa panas dingin, perlahan kurebahkan tubuh lelahku, meninggalkan laporan yang baru selesai setengah.
“Besok pagi sebelum berangkat ke kantor masih ada waktu.” Pikirku.
Antara lelap dan terjaga, aku teringat laptop-ku yang masih menyala. Aku mencoba bangkit dari tempat tidur, tapi tubuhku terasa sangat berat, begitu juga mataku seperti enggan terbuka. Sekuat tenaga kupaksakan tubuhku bangkit dari tempat tidur. Saat aku berhasil duduk, pada salah satu pojok kamar, aku melihat kakek tua berjubah putih berdiri menghadap ke arahku. Badan kakek berjubah itu tinggi, tapi aku tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas. Aku heran, kenapa lampu kamarku menjadi redup, padahal sebelum aku merebahkan diri tadi, lampu kamar yang belum sempat aku matikan itu cahayanya sangat terang.

Minggu

MATI RASA


Untuk makhluk terluka yang tertindih waktu
Dapatkah kau mendengar suara-suara alam?
Ia memaki lukamu, ia mentertawakan raut murung wajahmu.

Untuk makhluk terluka yang diludahi waktu
Coba kau dengarkan makian zaman!
Nyanyian tak merdu tampar langkah jiwa gelisah.

Untuk makhluk terluka yang ditelanjangi waktu.
Diammu tidak melebur lara!
Bersuaralah, caci mimpi yang membuat rohmu mati suri.

Untuk makhluk terluka yang dipenjarakan waktu.
Kubur belenggu angkuhmu!
Tendang kecongkakkan yang menaungi kegelapan.

Untuk makhluk terluka yang dipecundangi waktu.
Lepaskan jerat ruang kelam, bangkitlah!
Cumbui malam tak bertepi,
Menyeka luka
Melebur asa
Melerai pertempuran jiwa
Menyemai kembali hari penuh makna.

Sabtu

Hening



Tetaplah berpijar
Jangan redupkan sinarmu
Walau terkadang waktu tidak berpihak kepadamu.

Lukiskan senyummu
Seindah mimpi-mimpimu
Percayalah, bahagia menunggumu di ujung waktu.

Pasrahkan takdirmu padaNYA
Dia Maha segalanya
Pasti tahu segala yang terbaik untukmu.

Teruslah menata nasib
Nasibmu ada di tanganmu
Berjuanglah meraihnya, karena dia tidak akan datang sendiri. 

Rabu

Menembus Batas



Saya banyak menemukan komunitas anti A, komunitas anti B dan komunitas sejenis lainnya. Tetapi saya tidak paham apa tujuan mereka untuk menciptakan komunitas tersebut, bilamana sebagian besar opini anggotanya yang saya temukan dan yang saya lihat hanya berupa caci maki dan sumpah serapah tanpa ada diskusi yang sehat, pencerahan ataupun upaya mencari titik temu untuk membenahi, meluruskan atau menyelesaikan hal-hal yang membuat mereka antipati dan membenci.

Benar adanya, setiap orang bebas mengekspresikan dirinya menjadi apa dan seperti apa yang mereka mau. Selagi tidak melanggar norma, nilai-nilai serta aturan yang berlaku, tentu semua akan dianggap wajar dan sah-sah saja. Akan tetapi, bila hal yang kita lakukan tersebut hanya merupakan suatu yang sia-sia, tidak mengubah apa-apa, tidak memiliki daya guna apa-apa, masihkah semua itu disebut upaya perjuangan? Bahkan sebuah niat baik sekalipun bila dilakukan dengan cara yang tidak baik, bisa dipastikan akan berakhir dengan tidak baik pula.

HITAM


Engkau bercerita padaku tentang kegelapan, 
dan aku menjawabnya dengan kegelapan yang hampir sama ronanya. 
Lalu engkau beranjak menuju mimpimu menelusuri belantara baru,
tetapi aku tetap memilih bertahan dengan duniaku.

Ya, aku memilih menikmati hidupku dengan cara yang kupilih,
demi sebuah mimpi yang ku yakin tak kalah dahsyat dibanding mimpimu.

Minggu

Mereka Juga Manusia


Seseorang akan sangat mudah dibohongi oleh mereka yang ia cintai, kagumi dan hormati.

Benarkah adanya seperti itu? Mungkin tidak semuanya benar, tetapi kenyataannya masih banyak masyarakat kita yang menganut faham fanatisme buta. Menurut saya, fanatisme buta adalah rasa fanatik tanpa kontrol yang mengalahkan fungsi pertimbangan dari akal sehat dalam membedakan kebaikan dan keburukkan.

Beberapa hari yang lalu, saya mengkritik seorang tokoh berpengaruh pada sebuah diskusi. Yang mana menurut saya ada perkataan dari tokoh tersebut yang secara jelas bernada provokasi, yang bisa saja menyulut kebencian golongan A terhadap golongan B. Dan kritik pun saya layangkan, tetapi apa yang terjadi, malahan saya yang dihantam balik oleh orang-orang yang mengagumi beliau. Dan para pengagum tokoh tersebut pun berkata kepada saya dengan kalimat: Dia lebih tahu ketimbang kamu. 

Jumat

Sederhana



SEDERHANA, begitu sederhananya kata yang satu ini. Namun sesederhana itu jugakah untuk merealisasikannya di dalam kehidupan kita? Jawabannya ada di dalam hati masing-masing kita. Berkecukupan, kebutuhan yang terpenuhi, sudah lengkapkah semua itu? Seberapa pentingkah bagi kita untuk menanamkan kesederhanaan di dalam kehidupan? 

Saat tuntutan hati dan tuntutan kebutuhan berjalan tidak seiring kemampuan, dari situ akan mengudang munculnya penyakit hati. Keluh kesah, iri dan sejenisnya. Sederhana dengan memenuhi kebutuhan, bukan keinginan. Karena keinginan sering kali membuat kita terhanyut untuk mengikuti ego dan nafsu tanpa batas yang jelas. Yang mana bila diikuti tanpa kemampuan yang cukup, tentunya akan membawa penderitaan.

Pandanglah orang yang di bawah kamu dan janganlah memandang kepada yang di atasmu, karena itu akan lebih layak bagimu untuk tidak menghina kenikmatan yang telah diberika ALLAH kepadamu[1].

Minggu

Problems



Pergulatan kehidupan adalah melawan diri sendiri,
selamat datang kemenangan, bagi siapa saja yang mampu untuk menahan diri.
Selalu berfikir jernih dan menghadapi setiap masalah dengan kebesaran hati.
Kebaikan dan keburukan akan selalu berperang di antara sisi-sisi kehidupan.
Hanya dengan kepala dingin dan pemikiran yang tenang semua permasalahan dapat diatasi.
Karena emosi adalah belenggu waktu yang akan memenjarakan rasa damai di hati.
Maka, jauhkanlah ia dari diri, hati dan jiwa kita.
Percayalah, hidup ini indah selagi kita masih memiliki kemampuan yang cukup untuk mensyukurinya.

Senin

Friendship




Teman, kawan, sahabat, semenjak kecil saya sudah merasakan sentuhannya. Meskipun waktu itu saya sama sekali tidak tahu arti dan tujuan sebenarnya dari pertemanan, namun saya sangat menikmati saat berada bersama mereka, kala bermain bersama, kala belajar bersama. Banyak hal-hal baru yang saya temukan dalam kehidupan bersama teman-teman semenjak kecil dan sampai sekarang.

Saya senang punya banyak teman, karena dengan punya banyak teman berarti saya juga mempunyai banyak saudara. Saudara yang bisa saya ajak untuk berkomunikasi dengan baik, saling berbagi, saling melengkapi. Saya tidak pernah membatasi diri untuk berteman dengan siapa saja. Namun, saya mempunyai kerangka yang akan merangkai sebuah pertemanan agar berjalan indah. Di dalam kerangka tersebut terdapat point yang alurnya harus diikuti bersama. Di antara point itu adalah komunikasi yang baik. Menurut saya, komunikasi yang baik merupakan salah satu kunci untuk membentuk dan menjaga kebersamaan.

Sabtu

A . K . U




Saat ketetapan itu ditetapkan, 
ku awali langkahku menuju gerbang-gerbang baru impianku. 
Tidak peduliku akan kerasnya badai yang menghadang jalanku, 
tidak diresapi olehku nada-nada miring dari orang -orang yang ingin menghancurkan kepingan mimpiku. 
Bahkan gontai langkahku pun tidak mampu menyurutkan hasratku untuk cukup puas pada satu titik kemenangan.

Rabu

Menelaah Keberadaan Cinta Sejati Dalam Ranah Cinta Romantik


CINTA, tidak akan habis waktu untuk menguraikan kata yang satu ini, mengingat berlikunya misteri yang tersimpan di balik wujudnya yang tidak terlihat, namun dapat dirasakan. Meskipun sudah banyak uraian yang telah ada tentang cinta, tapi belum ada seorangpun yang sanggup mengartikannya secara utuh yang dapat mewakili semua pandangan dan pendapat. Di sini saya ingin mencoba ikut menguraikan pandangan dan pendapat saya tentang cinta, khususnya untuk cinta romantik. Sebelumnya saya mohon maaf, semua pandangan saya tentunya tidak terlepas dari histori cinta yang pernah saya lewati dan ditambah dengan opini terdahulu dari orang-orang yang telah memberikan banyak pelajaran bagi saya tentang cinta, termasuk juga di dalamnya buku-buku yang telah menemani saya dalam perziarahan hidup. 

Ada beberapa hal yang menarik hati saya untuk ikut menuangkan pandangan dan pendapat saya tentang cinta. Belakangan banyak saya temui di lingkungan sekitar saya, katakanlah sang pelaku cinta (dalam konteks cinta romantik) yang terlalu berlebihan dalam mengekspresikan perasaannya. Tidak bermaksud sinis atau lain sebagainya, karena saya sadar setiap kita tentu mempunyai hak dan kebebasan untuk berperilaku seperti apa yang kita mau terhadap pasangan yang kita cintai, selagi masih pada jalur yang benar dan tidak melanggar nilai-nilai serta norma-norma yang ada di lingkungan tempat kita hidup, tentu semua wajar-wajar saja, namun di sini saya hanya mencoba berbagi, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua.

Selasa

Create Peace (Damai di Hati)




Mencoba berkata sesuai dengan apa yang diisyaratkan mata kepada hati dari apa yang sudah ia lihat, mencoba berkata sesuai dengan apa yang diisyaratkan telinga kepada batin dari apa yang sudah ia dengar, mencoba berkata sesuai dengan apa yang diisyaratkan fikiran kepada sanubari dari apa yang sudah ia fahami. Selaras dengan deskripsi blog sederhana saya ini “Ceritakan pada semua bahwasanya damai itu Indah” saya ingin sedikit mengungkapkan kata hati saya, sembari berusaha untuk menggugah kembali ingatan kita semua akan pentingnya sebuah kedamaian.

“Damai di Hati”

DAMAI, rasanya menarik untuk menelaah kata yang satu ini, mengingat belakangan banyak terjadi di sekitar kita konflik, pertikaian serta tindak kekerasan fisik juga non fisik, baik yang terjadi di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat. 

Senin

My Mother


Bila dihitung waktu, tidak terhitung waktu yang telah kutempuh di atas sentuhan sucimu. Semua yang kulalui, segala yang pernah aku raih dan semua yang menanti langkahku di hari-hari mendatang, tidak lepas dari perhatian, kasih sayang serta do'a darimu yang tiada henti memayungi detak nafasku.  Benih-benih nasehat mulia yang tertanam di hati, jiwa dan fikiranku, semua tumbuh tertata indah seiring berputarnya waktu di hidupku. entah menjadi apa diriku, tanpa semua itu mungkin aku tak mampu menatap teduhnya dunia.

Bisik di Keheningan


Tidak terlihat, tidak terdengarkan,
yang tersimpul hanya seutas getaran di sisi hati.
Ia bercerita tentang harapan panjang tak bertepi.
Ia bercerita tentang impian yang sukar untuk dimengerti.

Takdir kenyataan, tak terhentikan waktu.
Titipkan berjuta kisah, pahit manis hitam putih kehidupan.
Terurai terlukis di antara keindahan yang sering ternodai.
Terurai, terlukis di antara kebenaran yang kadang didustai.

Tangis, tawa, suka, duka, segala warna perbedaan, pujian di atas segala caci maki.
Harmoni kehidupan, sesungguhnya hidup ini indah,
bila kita memiliki kemampuan yang cukup untuk mensyukurinya.

Terjatuh, semua orang pernah terjatuh.
Tidak ada satupun alasan yang tepat untuk tetap bertahan dalam keterpurukan.
Tidak ada satupun alasan yang tepat untuk tetap bangga berdiri dalam kerapuhan.

Bangkit dan gantungkan keinginan setinggi-tingginya bintang, namun biarkan hati tetap rendah.
Kepalkan jemari tangan dan singkirkan semua belenggu waktu yang menghadang.


Jangan pernah ada kata menyerah.
Jangan pernah ada kata menyerah.
Jangan pernah ada kata menyerah.


Perjuangan hidup kita adalah harga diri kita sobat.
jangan biarkan kesia-siaan merampas nasib kita.

Ceritakan kepada semua
Sungguh gelombang waktu tidak akan sanggup menggoyahkan tekad kita.

Ceritakan kepada semua
tentang kisah kita yang tidak pernah mengenal lelah.

MENITI JALAN KEBENARAN DEMI CITA-CITA YANG LEBIH MULIA
Hanya Tuhan yang bisa menghentikan langkah kita.