Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Kamis

Perihal Asmara

Image Truepoop.com

Saya sangat bersyukur, semenjak zaman masih sekolah banyak teman-teman dan para sahabat yang mempercaya saya sebagai diary berjalan mereka (baca: tempat curhat). Setidaknya itu menandakan mereka percaya kepada saya sebagai pendengar yang baik, perumus solusi yang baik, dan yang paling utama adalah dapat dipercaya agar rahasia negara (umumnya soal percintaan) yang mereka kesahkan kepada saya, tak bocor. (Pede banget lo TM? Lebih baik pede daripada peang, wahahaha).
Beberapa tahun belakangan sudah mulai agak jarang teman yang curhat kepada saya, walau sesekali masih, namun bukan berarti status saya sebagai diary berjalan sudah berakhir. Teman memang sudah agak jarang yang curhat, mungkin karena mereka sudah pada dewasa dan bijak, semoga benar, wahahaha. Tapi belakangan yang banyak curhat kepada saya malah adik-adik, mulai adik sepupu, adik sekampung, adik sebumi, sampai adik dari teman-teman, wahahaha ternyata diwariskan. Rata-rata mereka masih ABG (Asosiasi jom-B-lo Galau, wahahahha, maksa!).
Di sini saya tidak akan mempublish data mereka yang pernah curhat kepada saya, sebab itu jelas melanggar sumpah jabatan saya sebagai diary berjalan, wahaa. Tapi saya akan membagikan hal-hal apa saja yang menjadi kesah mereka, atau lebih tepatnya hal yang paling sering menjadi tema curhat mereka.
Baiklah, daripada mukadimahnya kepanjangan dan pemirsa keburu bosan duluan, langsung saja kita meluncur ke TKO! Eh, TKP!

Sabtu

Alat Perdamaian


Saya membayangkan, andai semua manusia memposisikan dirinya sebagai alat perdamaian. Pasti tidak akan ada lagi perperangan, tawuran, konflik, perbedaan yang berujung pada kekerasan (fisik/psikis), dsb.

Tuhan, mohon tuntun kami agar tidak saling membenci.

Rabu

Asked Why II (Politic)


“Tidak ada kata terlambat, asal masih bernafas”

Lebih dari dua tahun yang lalu, saya menulis tulisan berjudul Asked Why yang isinya memuat pertanyaan-pertanyaan dan jawaban kritis tentang segala hal di kehidupan (sosial, politik, hukum, gaya hidup, dsb). Kali ini saya tertarik untuk menulis edisi selanjutnya. Jika “Asked Why” sebelumnya pokok bahasannya mengenai segala warna warni kehidupan. Berhubung sekarang tahun politik, saya tertarik mengangkat tema tentang politik.

Untuk sobat yang belum membaca Asked Why edisi sebelumnya, sila lihat di sini --> cikidot


Bahas politik itu santai saja brew!
Jangan terlalu serius,
kalau nggak mau terkena penyakit kuning!

\m/


Berdoa di Media Sosial


Ketika seorang teman bertanya kepada saya, apakah pantas berdoa di media sosial? 
Jawaban saya: TIDAK!

Sharing atau berbagi lafaz doa di media sosial itu bagus!
Tetapi kalau berdoa di media sosial?
Maaf, itu sama saja berperilaku tidak sopan ketika bertutur kepada Tuhan.

Mengutip analogi dari sahabat saya, pak +Jara Kada:
Ketika ada seseorang yang meminta bantuan kepada Anda, tapi mukanya menghadap kepada orang lain.

Apakah Anda akan menolong orang tersebut dengan ikhlas?
Apakah menurut Anda orang tersebut sudah bersikap sopan?

Yes, I am Plusser!


Saya yakin, sobat (terutama plusser senior) masih ingat dengan postingan saya terdahulu (2 atau 3 tahun silam) yang materinya membandingkan fitur beberapa media sosial, khususnya antara Google+ dan Facebook. Kala itu awal kemunculan Google+ yang hadir sebagai media sosial baru dengan fitur-fitur menarik, menjanjikan kenyamanan bagi setiap penggunanya dalam berinteraksi dan berbagi.

Kehadiran Google+ menjadi salah satu pesaing media sosial lain, terutama media sosial yang telah cukup populer sebelumnya (baca: facebook). Oleh sebab itu, tidak jarang pengamat media sosial, bahkan Plusser (sebutan untuk pengguna Google+) sering kali membandingkan fitur antara kedua media sosial di atas.


Waktu itu saya merupakan salah seorang yang cukup terkesan dengan fitur-fitur yang ditawarkan Google+, diantaranya adalah sistem pertemanannya (baca: circle) circle memungkinkan kita membuat pengelompokan terhadap tulisan (postingan) yang ingin kita baca di stream, pun begitu juga ketika ketika nge-pos, dengan adanya circle kita dapat menentukan kepada siapa saja tulisan yang kita posting dibagikan. Selain itu ada fitur Sparks (portal berita), Hangout, Gif, posting dan komentar yang bisa diedit, dsb. Salah satu yang paling sangat luar biasa adalah tidak ada satu pun iklan di stream (sampai sekarang) + dilengkapi dengan user-user yang tidak kalah luar biasa juga kala itu. Dan masih banyak fitur menarik lainnya yang tak mungkin saya sebutkan satu persatu. 


Minggu

Kalimat "sesat" Tentang Cinta


Kecuali jomblo dan barisan patah hati, siapa yang mencaci maki cinta? :D

Agak sadis memang, tapi pertanyaan di atas saya tulis bukan untuk mendiskriminasikan pihak tertentu, termasuk kaum jomblo (sumpah).:D

Kali ini saya kembali mengangkat tema tentang kata ajaib yang satu ini (baca: cinta), walau sebelumnya saya sudah pernah menguraikannya secara panjang kali lebar pada  postingan “Menelaah Keberadaan Cinta Sejati Dalam Ranah Cinta Romantik”. Serupa tapi tak sama, mungkin tulisan saya kali ini bisa melengkapi  kekurangan pada tulisan sebelumnya.

Saya mencoba menelaah kalimat sesat yang sering diucapkan banyak orang tentang cinta.

·         Cinta itu omong kosong

Wow! Benarkah cinta itu omong kosong?

Sebelumnya saya luruskan dulu. Mungkin maksudnya “cinta romantik itu omong kosong” karena menurut saya, rasanya kurang tepat bila kalimat tersebut ditujukan untuk cinta yang lebih luas selain ranah cinta romantik.

Jumat

Keluhan



Kenapa berkesah? Apakah dengan berkesah  semua jadi menyenangkan?
Kenapa mengeluh? Apakah dengan mengeluh semua jadi indah?

Keluh kesah,  sebentuk pelampiasan rasa jenuh atau kecewa yang sering terlontar dari bibir atau mungkin hati seseorang. Bisa juga dianalogikan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan takdir tak diinginkan yang baru diterima seseorang. Pertanyaannya, apakah berkesah memiliki dampak baik untuk kehidupan?

Rabu

Versus Preman



Premanisme (berasal dari kata bahasa Belanda vrijman = orang bebas, merdeka dan isme = aliran) adalah sebutan pejoratif yang sering digunakan untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang yang mendapatkan penghasilannya terutama dari pemerasan dari kelompok masyarakat lain.[1]

Preman, kata yang satu ini memang sudah begitu sangat akrab di telinga kita. Seperti apa mereka, bagaimana sepak terjang mereka dalam beraksi, saya yakin sobat semua sudah mengetahui itu. Namun tulisan saya kali ini tidak untuk mendefinisikan kata preman, melainkan saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya ketika berhadapan dengan preman.

Minggu

Media Sosial



Memiliki akun media sosial, belakangan ini telah menjadi kebutuhan wajib bagi sebagian besar orang. Ada yang memanfaatkannya untuk tujuan yang berguna, tidak sedikit pula diantaranya yang hanya ikut-ikutan trend. Baik itu yang memiliki akun facebook, twitter, G+ dan di media sosial lain.  

Tapi, pernahkah kamu bertanya, apa sebenarnya tujuan kamu memiliki akun dan aktif di media sosial?  

Apa tujuanmu menggunakan media sosial?

· Bersosialisasi.
· Mendapatkan banyak teman.
· Mencari pacar.
· Ikut-ikutan trend.
· Berbisnis.

Apa tujuanmu menulis di media sosial?

· Untuk berbagi.
· Untuk berdoa.
· Untuk berkeluh kesah.
· Untuk ber-alay ria.
· Untuk promosi usaha.

Selasa

S.E.S.A.T



Definisi kata sesat berdasarkan kamus bahasa Indonesia.

se.sat

Tidak melalui jalan yang benar; salah jalan.
Salah (keliru) berbuat yang tidak senonoh.
Menyimpang dari kebenaran. (tentang agama dsb): ajaran.

Minggu

Ngedumel




Apakah Anda termasuk orang yang suka ngedumel saat lagi kesal atau marah pada seseorang?

Kalau saya tidak terlalu suka ngedumel, saya lebih memilih mengungkapkan hal yang membuat saya kesal, ketimbang ngedumel. Tetapi bila momennya kurang tepat untuk mengungkapkannya, saya memilih tetap tidak akan ngedumel. Karena menurut saya, ketimbang ngedumel mendingan tunggu orangnya jauh dulu, habis itu teriak sekencang-kencangnya suara. Lebih puaskan? :D 


Apakah ada kepuasan saat ngedumel? Entahlah, karena saya tidak tertarik untuk menjadi orang yang suka ngedumel, jadi saya tidak tahu ada atau tidaknya. Toh, bila pun ada kepuasan saat ngedumel, mungkin itu lebih kepada sebuah ekspresi dari ketidak berdayaan dalam mengungkapkan rasa kesal.


Rabu

Aku Adalah Ego


Masih adakah orang yang menganggap perbedaan sebagai ancaman? Masih adakah orang yang menganggap perbedaan sebagai jalan untuk saling bermusuhan? Kalau masih ada, bersiaplah menjadi orang-orang yang tertinggal. Kenapa? karena sesungguhnya perbedaan adalah harmoni sebuah keindahan warna, dari keaneka ragaman karya semesta alam, dan

Perbedaan pun terbukti berguna, selama masih ada toleransi.
(Mohandas K. Ghandi)


Kamis

Pura Pura Dalam Perahu


Waktu sekolah saya pernah pura-pura sakit, sehingga Ibu guru pura-pura memberi saya makanan dan pura-pura menyuruh saya pulang lebih awal. Setelah sampai di rumah, Ibu saya tahu kalau saya hanya pura-pura dan akhirnya ibu sayapun jadi pura-pura marah.

Menurut saya perilaku pura-pura dalam konteks kehidupan yang nyata, untuk suatu hal yang serius, sama dengan tidak sejati. Berpura-pura dengan membohongi, mengelabui orang lain karena kepentingan atau untuk tujuan yang tidak baik demi keuntungan diri sendiri maupun golongan, sangat jelas itu merupakan sebuah kesalahan dan bahkan bisa masuk dalam kategori tindak kejahatan bila ada orang lain yang dirugikan karenanya. 

Senin

Comeback



Kebersamaan terasa lengkap dengan adanya orang-orang terdekat yang selalu memberikan support, motivasi dan menghargai setiap perjuangan kita. Kita tangguh bila bersatu, dengan bersama-sama saling berbagi untuk kehidupan. Karena sebagai makhluk sosial kita saling membutuhkan antara satu dan lainnya di dalam berbagai aspek kehidupan, untuk menunjang keberlangsungannya. Mulai dari hal yang paling kecil, sampai kepada hal-hal yang besar.

Kamis

Cara Mengganti Email Login Blog Dari Yahoo Ke Gmail




Belakangan saya mendengar kabar, bahwasanya bulan Juni tahun sekarang, Google akan menghapus akun blog yang loginnya menggunakan akun lain selain akun milik Google. Benar atau tidaknya, saya juga tidak tahu. Untuk informasi itu sendiri, saya dapatkan dari beberapa teman bloggers yang ingin merubah akun lama blognya (baca: yahoo) dan menggantinya dengan akun milik google (baca: gmail).

Kalau informasi itu memang benar, sobat bloggers tidak usah panik. Karena di bawah ini saya akan memberikan tips cara mengganti email login blogr dari yahoo ke gmail. Tanpa harus bikin blog baru, tanpa harus mencari followers baru, tanpa mengurangi isi ataupun rancangan blog yang sudah ada. Awalnya saya juga bikin blog dan login menggunakan akun yahoo, tetapi sekarang saya sudah menggantinya dengan menggunakan akun google.

Langsung TKP aja ya! 

Rabu

Ubah



Apa yang mesti kita lakukan, saat orang-orang yang mewakili kita tidak lagi memihak kepada kita? Apa yang mesti kita lakukan, saat orang-orang yang katanya ada untuk kita, tetapi mengabaikan aspirasi kita? Apa yang mesti kita lakukan, saat orang-orang yang katanya peduli terhadap kita, tetapi lebih mengedepankan kepentingannya yang tidak terlalu penting? Apa yang mesti kita lakukan, saat orang-orang  yang katanya mengabdi untuk kita, tetapi meludahi mungka kita?

Saya yakin, sobat mungkin sudah mendengar berita tentang rencana pembangunan gedung baru yang katanya super mewah, untuk bakal tempat para anggota dewan yang terhormat bekerja sehari-hari demi rakyat. Yang mana anggarannya diperkirakan mencapai Rp1,1,38 triliun. Setara dengan pembangunan 32.000 gedung sekolah baru. Bila anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan lahan sawah, bisa untuk menciptakan 20.000 hektar lahan atau membangun 11.600 rumah sederhana untuk masyarakat.

Jumat

Sudden Discussion


Bukan orang lain, hanya kita yang mampu merubah diri kita, masa depan kita di tangan kita dan masa depan dunia pun ada di tangan kita. So, keep living life with passion and conviction!

Saya menulis tulisan di atas pada sebuah wall grup komunitas. Tujuan awal saya hanya sekedar berbagi kata-kata motivasi kepada pengunjung lainnya. Dikarenakan ada salah seorang pengunjung yang merespon tulisan tersebut, maka terjadilah diskusi singkat, padahal saya menulisnya bukan pada space forum diskusi. Imbasnya pengunjung lain tidak mau terlibat langsung, kecuali hanya sebagai penonton yang bersorak-sorak di kursi beranda. 

Selasa

Jangan Berisik Malam-Malam



Sabtu malam sekitar pukul 22:00 tanggal 12 maret, tunggangan saya melintasi daerah pinggiran kota Bandung menuju kota Cimahi. Di perjalanan saya melihat kerumunan orang yang berjumlah cukup banyak, mereka berdiri di pinggir jalan dengan wajah penuh amarah. Mereka terdiri dari bapak-bapak, anak muda, termasuk juga di antara mereka saya lihat ada ibu-ibu yang hampir semuanya memegang senjata balok kayu, ada juga yang menggenggam batu di tangannya. Saya kaget, dalam pikiran saya mungkin ada tawuran atau apa. Alih-alih menghindari kerumunan, rasa penasaran menuntut saya untuk menepi di pinggir jalan, berhenti sekadar memenuhi rasa ingin tahu tentang apa sebenarnya yang sedang terjadi.

Mundur Teratur



 
Membaca judul di atas jadi teringat memori kala latihan baris berbaris saat upacara bendera waktu di sekolah dulu ya? Walaupun aslinya sering bolos dan sering tidak ikut upacara, (B.O yang ini tidak untuk dicontoh, jiheheehee.). Kali ini saya tidak ingin membahas tentang upacara ataupun saat latihan baris berbaris waktu di sekolah. Sebenarnya tulisan ini saya angkat dari hasil curhat salah seorang teman saya beberapa bulan yang lalu. Buat teman saya: Maaf ya, ini hanya ingin berbagi saja kok kepada teman-teman yang lain, mudah-mudahan bermanfaat, bolehkan? Tenang saja, nama sumbernya nggak diikut sertakan kok, cuma ceritanya aja, peace! :)

Minggu

Purpose of Blogging


Sebenarnya tulisan saya kali ini merupakan jawaban dari hasil dari blogwalking saya tempo hari. Yang mana di postingan salah seorang sobat sesama blogger, saya menemukan pembahasan tentang “Ngeblog tanpa tujuan buat apa?” Setelah saya membaca postingan tersebut sampai selesai ternyata saya mendapatkan uraian dari si penulis postingan tersebut sedikit bertentangan dengan ideologi saya. Menurut saya uraiannya sedikit mencederai kebebasan dalam berekspresi dan terkesan merendahkan apa yang telah dilakukan blogger lain.