Tampilkan postingan dengan label Nikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nikah. Tampilkan semua postingan

Sabtu

Korenah IV

Image: daridwina.wordpress.com

Timur membentang, kemilau rona langit membasuh bumi, menyentuh embun nan riang menari di ujung daun. Di sela bayang-bayang kabut tipis, kokok ayam jantan bersenandung merdu mencambuk keheningan, sebagai pengingat waktu bagi manusia agar segera keluar dari bingkai mimpi.
Selesai mandi, pakle Veyz duduk manis di depan televisi menikmati berita pagi. Sementara mak Ratna sibuk di dapur menyiapkan sarapan. Nah, Andri ke mana?
“Dik Veyz, nikahan anak bu Sukarti hari ini ya?” tanya mak Ratna pada pakle Veyz.
“Iya, mbakyu … jam berapa kita ke sana?”
“Nanti aja abis sarapan, tunggu Andri bangun dulu.” 
Pagi itu pakle Veyz, mak Ratna, dan Andri akan menghadiri resepsi pernikahan anak bu Sukarti.

Senin

Patah

Image Google

Malam itu Ibu menelpon dan memberitahu aku, tiga hari lagi mbak Fira kakakku yang paling tua mau pindah ke rumah barunya. Kebetulan aku memang lagi cuti kerja, Ibu memintaku pulang kampung ke Jogja.
“Hari minggu mbakyumu pindah rumah, pulang ya, Nak! Sekalian Ibu mau mengenalkan kamu sama anaknya pak Rudi.”
Sejenak aku terdiam mendengar ujung kalimat yang diucapkan Ibu. “Ibu pasti mau menjodohkan aku lagi,” pikirku.
“Widi ndak suka dijodoh-jodohkan kayak gitu, Bu,” aku berusaha menolak rencana Ibu, namun Ibu terus membujuk.
“Anaknya pak Rudi itu tampan loh, baik. Pokoknya serasi banget sama anak Ibu yang cantik ini.”
Setelah itu aku tidak tahu harus berkata apalagi memberi pengertian kepada Ibu. Aku tidak suka dengan rencana ibuku, tapi aku juga tidak ingin Ibuku kecewa. Belum sempat aku menjawab, Ibu kembali berkata. “Perjodohan kalau sama-sama cocok apa salahnya. Kalau tidak cocok, ya ndak usah diteruskan.” Begitu cara Ibu meyakinkan aku. Cukup lama aku terdiam dan berpikir, sebelum aku menyetujui permintaan Ibu.
Aku tidak habis pikir, kenapa Ibu begitu semangat memintaku untuk segera menikah? Padahal usiaku masih sangat muda. Baru seminggu yang lalu aku merayakan ulang tahunku yang ke dua puluh satu. Aah sudahlah, orang tua manapun pasti ingin melihat anaknya bahagia. Jika anaknya bahagia, sebagai orang tua ia juga pasti ikut bahagia,” pikirku.

Rabu

Menelaah Keberadaan Cinta Sejati Dalam Ranah Cinta Romantik


CINTA, tidak akan habis waktu untuk menguraikan kata yang satu ini, mengingat berlikunya misteri yang tersimpan di balik wujudnya yang tidak terlihat, namun dapat dirasakan. Meskipun sudah banyak uraian yang telah ada tentang cinta, tapi belum ada seorangpun yang sanggup mengartikannya secara utuh yang dapat mewakili semua pandangan dan pendapat. Di sini saya ingin mencoba ikut menguraikan pandangan dan pendapat saya tentang cinta, khususnya untuk cinta romantik. Sebelumnya saya mohon maaf, semua pandangan saya tentunya tidak terlepas dari histori cinta yang pernah saya lewati dan ditambah dengan opini terdahulu dari orang-orang yang telah memberikan banyak pelajaran bagi saya tentang cinta, termasuk juga di dalamnya buku-buku yang telah menemani saya dalam perziarahan hidup. 

Ada beberapa hal yang menarik hati saya untuk ikut menuangkan pandangan dan pendapat saya tentang cinta. Belakangan banyak saya temui di lingkungan sekitar saya, katakanlah sang pelaku cinta (dalam konteks cinta romantik) yang terlalu berlebihan dalam mengekspresikan perasaannya. Tidak bermaksud sinis atau lain sebagainya, karena saya sadar setiap kita tentu mempunyai hak dan kebebasan untuk berperilaku seperti apa yang kita mau terhadap pasangan yang kita cintai, selagi masih pada jalur yang benar dan tidak melanggar nilai-nilai serta norma-norma yang ada di lingkungan tempat kita hidup, tentu semua wajar-wajar saja, namun di sini saya hanya mencoba berbagi, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua.

Selasa

Setujukah Kamu Dengan Perjodohan?



Berbicara tentang perjodohan di zaman sekarang, rasanya sulit terlepas dari istilah jadul yang sudah melekat sejak lama. Semua tentu sudah pernah mendengar istilah yang satu ini "Hari gini masih dijodoh-jodohin, memangnya zaman Siti nurbaya" kalimat itulah yang sering terucap saat seseorang mendengar kata perjodohan.


Setujukah kamu dengan perjodohan? Pertanyaan sederhana, tetapi susah untuk menjawabnya tanpa menelaah terlebih dahulu hal-hal apa saja yang menjadi latar belakang perjodohan terjadi. Seandainya kita dijodohkan dengan kekasih yang sudah menjadi pujaan hati kita sejak lama, tentunya tidak akan menimbulkan permasalahan, apa lagi untuk menolak rasanya sangat tidak mungkin. Namun bila kejadian itu sebaliknya dan kita dijodohkan dengan seseorang yang belum pernah kita kenal sebelumnya, langkah apa saja yang akan kamu pilih? Menerima, menolak atau akan mempertimbangkannya terlebih dahulu.