| Source: Bookslife |
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Jumat
Jolang Versus Koruptor
Label:
Buku,
Guru,
Humor,
Jolang,
Jomblo,
Keluarga,
Lucu,
Motivasi,
Ngakak,
Novel,
Novel Jolang,
Perjodohan,
Persahabatan,
Politik,
Romance,
Sahabat,
Sederhana
Selasa
VISIONER
![]() |
| Image Google |
Malam itu
saya dan istri bertengkar hebat karena persoalan tidak penting atau bisa juga
dibilang belum penting untuk dibahas. Ketika menonton siaran bola liga Inggris
di televisi, saya menyeletuk, semoga kelak Ujo, anak kami yang baru berumur dua
bulan menjadi penerus Wayne Rooney di Manchester United. Mendengar celetukan
saya, istri langsung menyemprot.
“Ngayal jangan ketinggian, Pak! Lagian, ngarahin
anak kok jadi pemain bola. Cita-cita anak tu
mbok yang berkelas, jadi Dokter kek! Jadi PNS kek!”
Senin
Cari Kerja Apa Cari Duit?
Tiga bulan menapak
waktu sebagai pengangguran intelek, Damar mulai dihinggapi rasa jenuh. Untaian
detik setiap harinya ia habiskan di dalam kamar kos. Ke mana hendak pergi,
teman-teman pun sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Dari pagi hingga
petang menjelang, suasana di sekitar kos juga sepi, karena ditinggal
penghuninya yang tengah memburu pundi-pundi rupiah.
Menjelang tengah
hari, di halaman kos Damar melihat pak Saiman lagi membersihkan sampah
menggunakan sapu lidi. Keberadaan pak Saiman menjadi pelipur tersendiri bagi Damar
yang fakir teman ngobrol. Damar melangkah keluar mendekati pak Saiman.
“Lagi bersih-bersih
pak.”
“Eh, iya nak Damar.”
“Boleh saya bantu.”
“Jangan, nanti baju
nak Damar kotor.”
“Enggak apa-apa, pak.”
Walau dicegah, Damar
tetap membantu pak Saiman memindahkan sampah ke dalam tahang.
Damar merasa kagum melihat
semangat kerja pak Saiman. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, pak Saiman
seperti tidak kenal lelah. Sebagai orang kepercayaan pemilik kos, pak Saiman
yang mengurus segala kebutuhan penghuni rumah kos yang terdiri dari sepuluh
kamar itu. Mulai dari membersihkan sampah, mengurus listrik, air, hingga
memperbaiki kerusakan bangunan. Satu pekerjaan berat lain yang harus dilakoni
pak Saiman adalah menghadapi penghuni kos dengan berbagai latar belakang dan
karakter. Keluhan, hardikan, bahkan cacian, namun semua itu tidak menyurutkan
semangatnya.
Kamis
Perihal Asmara
![]() |
| Image Truepoop.com |
Saya
sangat bersyukur, semenjak zaman masih sekolah banyak teman-teman dan para
sahabat yang mempercaya saya sebagai diary
berjalan mereka (baca: tempat curhat).
Setidaknya itu menandakan mereka percaya kepada saya sebagai pendengar yang
baik, perumus solusi yang baik, dan yang paling utama adalah dapat dipercaya
agar rahasia negara (umumnya soal percintaan) yang mereka kesahkan kepada saya,
tak bocor. (Pede banget lo TM? Lebih baik
pede daripada peang, wahahaha).
Beberapa
tahun belakangan sudah mulai agak jarang teman yang curhat kepada saya, walau sesekali masih, namun bukan berarti
status saya sebagai diary berjalan
sudah berakhir. Teman memang sudah agak jarang yang curhat, mungkin karena mereka sudah pada dewasa dan bijak, semoga
benar, wahahaha. Tapi belakangan yang
banyak curhat kepada saya malah
adik-adik, mulai adik sepupu, adik sekampung, adik sebumi, sampai adik dari
teman-teman, wahahaha ternyata
diwariskan. Rata-rata mereka masih ABG (Asosiasi
jom-B-lo Galau, wahahahha, maksa!).
Di
sini saya tidak akan mempublish data
mereka yang pernah curhat kepada
saya, sebab itu jelas melanggar sumpah jabatan saya sebagai diary berjalan, wahaa. Tapi saya akan membagikan hal-hal apa saja yang menjadi
kesah mereka, atau lebih tepatnya hal yang paling sering menjadi tema curhat
mereka.
Baiklah,
daripada mukadimahnya kepanjangan dan pemirsa keburu bosan duluan, langsung
saja kita meluncur ke TKO! Eh, TKP!
Minggu
The King of Kondor
![]() |
| Image Google |
Pagi itu Andri bangun kesiangan. Semalam ia terlambat tidur gara-gara
keasyikan menonton dangdutan di lapangan desa. Acara dangdutan yang diadakan
untuk memeriahkan ulang tahun karang taruna desa Rawa Jolang itu, baru berakhir
pukul tiga dini hari. Andri lupa, padahal minggu pagi itu ia punya janji dengan Adit.
Mereka berdua berencana menangkap kodok puru hutan, di kebun
milik pakle Veyznya Andri, yang berada di kaki bukit arah timur desa Rawa
Jolang. Sebagai bahan dasar tugas biologi yang harus mereka bawa ke sekolah
esok hari.
Saat Adit datang kerumahnya, Andri masih terlihat kusut. Ia
lagi asyik menonton program televisi kesukaannya, Masha and the Bear. “Ndri, kita jadi ke kebun nggak ni?” sapa
Adit. Dengan raut wajah memelas, Andri menjawab, “besok-besok aja gimana, Dit?
Lagi seru, ni!” Adit terdiam. “Ya sudah, aku pergi sendiri aja. Siap-siap aja
besok pagi kamu dihukum lagi oleh pak Jara Kada, karena tidak membawa bahan
untuk tugas biologi. Kamu nggak malu, disuruh berjemur lagi di dekat tiang
bendera?” Sambung Adit, sambil membalikkan badan, lalu melangkah meninggalkan
Andri. Sementara Andri terdiam membayangkan hukuman yang akan ia terima dari
pak Jara Kada, jika besok tidak mengumpulkan kodok puru hutan, untuk diteliti
di laboratorium sekolah.
Selasa
Badar Besi
| Image google |
Pulang sekolah, wajah Andri terlihat lebih kusut dari
biasanya, ia teringat dongeng tentang badar besi yang diceritakan oleh pendongeng
tua yang biasa mangkal di depan pagar sekolahannya. “Apa iya, zaman sekarang masih
ada cincin yang membuat pemakainya kebal senjata?” Andri bertanya-tanya dalam
hati.
Masih membekas di ingatan remaja yang baru duduk di bangku
kelas sepuluh itu tentang badar besi yang diceritakan pendongeng. Ia membayangkan,
seandainya ia memiliki cincin badar besi, tentu ia akan menjadi super hero yang disegani seantero bumi.
Puas berhayal sambil tidur-tiduran di atas tikar karet yang
terhampar di ruang tengah. Andri bangkit, lalu bergegas menuju dapur, sambil
menggenggam smartphone baru hadiah ulang tahun dari Paklenya.
“Mak, minta duit lima
puluh ribu!”
Mak Ratna kaget, hampir saja pisau dapur yang sedang ia
gunakan untuk mengiris bawang itu melukai jarinya. Ia menoleh ke sumber suara. Di
pintu yang menghubungkan antara dapur dan ruang tengah, mak Ratna melihat Andri
berdiri sambil menggengam handphone di tangan kanannya.
“Kamu iki Le, bikin mak kaget aja. Buat apa, kamu meminta
duit sebanyak itu?” Tanya mak Ratna. “Buat beli kondom, Mak!” jawab Andri. Mak
Ratna terperangah, jantungnya seperti terhenti berdetak, petir seolah telah
membakar ulu hatinya, matanya melotot tajam, amarahnya seketika memuncak, mendengar
jawaban dari anak kesayanganya itu. “Apaaaaaaa? Mak nggak salah dengar kan? Bisa
diulang lagi!” Mak ratna kembali bertanya dengan nada penasaran. “Buat beli
kondom, Mak! Beli kondom, beli kondom, beli kondooom!.” Jawab Andri sambil
menggerutu. Nafas mak Ratna mendadak tersengap, lalu ia berlari secepat The Flash menuju sofa yang tersusun rapi
di ruang tamu. Sambil menjatuhkan diri di atas sofa empuk, mak Ratna pun
pingsan. (Pengarang: Pingsan kok pilih-pilih tempat.:D)
Andri terpaku menyaksikan Emaknya yang tidak sadarkan diri. Sambil
menangis histeris, Andri berteriak “Maaak, jangan tinggalkan akuuu!” Setelah
itu Andri pun ikut pingsan.
Senin
Kutipan Sang Presiden
![]() |
| Sumber foto: Jokowi |
Kutipan Sang Presiden adalah rangkuman pernyataan Bapak Presiden Joko Widodo yang saya kutip dari tweet atau kicauan akun twitter miliknya. Kutipan ini tidak mengambil semua tweet dari akun twitter milik Pak Jokowi, kecuali kata-kata yang menurut saya menarik.
Selamat membaca!
Hati nurani adalah indera keenam yang melengkapi kelima
indera, jadikanlah kompas dalam setiap langkah.
..
Jumat
Never Give Up
Berbicara tentang impian, cita-cita, semua orang pasti memilikinya, walaupun berbeda alur, beda kiblat, beda tujuan, namun sumbernya tetap satu adalah keinginan untuk masa depan yang lebih baik. Waktu kecil kita sering ditanya mengenai cita-cita, namun tidak hanya di masa kecil, setelah dewasapun kita masih tetap memiliki cita-cita, impian, rancangan dan rencana-rencana di dalam kehidupan. Sudah dapatkah kita meraih apa yang kita cita-citakan? Jawabannya pasti beragam, ada yang sudah terwujud dan berujung dengan indah, ada juga yang masih berjuang bermandikan keringat serta ada juga yang lagi dihampiri rasa lelah untuk meraihnya.
Sabtu
Aporisma Kasih Sayang
Hanya ingin berbagi saja buat yang suka kata-kata mutiara, sengaja saya rangkai di sini aporisma kasih sayang untuk berbagai kalangan, dengan harapan mudah-mudahan bisa menjadi penghibur dan penyemangat baru bagi kita semua. Singkat saja, selamat membaca dan semoga bermanfaat.
Table of contents :
* Aporisma kasih sayang untuk kekasih
* Aporisma kasih sayang untuk keluarga
* Aporisma kasih sayang untuk sahabat
* Aporisma kasih sayang untuk semua manusia
* Aporisma kasih sayang untuk keluarga
* Aporisma kasih sayang untuk sahabat
* Aporisma kasih sayang untuk semua manusia
Senin
Perencanaan
Terkadang langkah kehidupan menuntun kita kearah yang tidak kita rencanakan, likuan sebuah proses sering kali membuat kita terjebak, meskipun kita sudah bertindak sesuai dengan rencana (act according to plan), kenyataan kita sering terlupa, bertindak sesuai dengan rencana saja tidaklah cukup sempurna tanpa diiringi sebuah kematangan dalam perencanaan tersebut. Karena semakin banyak harapan yang kita tanam, semakin banyak pula rintangan yang harus kita lewati.
Langganan:
Postingan (Atom)







