Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan

Selasa

VISIONER

Image Google

Malam itu saya dan istri bertengkar hebat karena persoalan tidak penting atau bisa juga dibilang belum penting untuk dibahas. Ketika menonton siaran bola liga Inggris di televisi, saya menyeletuk, semoga kelak Ujo, anak kami yang baru berumur dua bulan menjadi penerus Wayne Rooney di Manchester United. Mendengar celetukan saya, istri langsung menyemprot.

“Ngayal jangan ketinggian, Pak! Lagian, ngarahin anak kok jadi pemain bola. Cita-cita anak tu mbok yang berkelas, jadi Dokter kek! Jadi PNS kek!”

Sabtu

Korenah V

Image: dreams.co.uk

(Jin Ifrit)

Mak Ratna histeris ketika mengetahui wajan yang sedang ia gunakan untuk menggoreng ikan, hilang begitu saja di atas tungku.

“Aaaaaaaaaaaaach, auw auw, wajanku!”

Mendengar mak Ratna histeris, pakle Veyz yang tengah merenovasi kandang ayam, berlari secepat bayangan menuju dapur.

“Ada opo toh, mbakyu?” tanya pakle Veyz.
“Anu … wajan hilang.”
“Pasti salah nyimpan.”

“Salah nyimpan opo? Orang tadi wajannya lagi mbak pakai menggoreng ikan. Baru saja mbak tinggal nyuci sendok, pas balik, wajannya sudah hilang, dicuri orang kali ya?”

“Wah … ndak yakin aku ada orang mau mencuri wajan burik bopeng.”

Rabu

Pergi Bersama Mimpi


Detak jam weker yang terpajang di meja kamarku menghentak keheningan. Jarum pendeknya tepat berada di angka satu, sementara jariku masih terus menari di atas keyboard laptop untuk menuntaskan laporan yang baru selesai setengah.
Aku merasa sangat lelah, dari siang kondisi badanku memang kurang fit. Seharusnya laporan keuangan ini bukan aku yang mengerjakannya, tapi Dini. Karena Dini lagi cuti untuk menghadiri resepsi pernikahan sepupunya, terpaksa aku mendapat tugas tambahan.
Hembusan angin malam yang masuk melalui celah jendela membuat tubuhku semakin lemah. Badanku terasa panas dingin, perlahan kurebahkan tubuh lelahku, meninggalkan laporan yang baru selesai setengah.
“Besok pagi sebelum berangkat ke kantor masih ada waktu.” Pikirku.
Antara lelap dan terjaga, aku teringat laptop-ku yang masih menyala. Aku mencoba bangkit dari tempat tidur, tapi tubuhku terasa sangat berat, begitu juga mataku seperti enggan terbuka. Sekuat tenaga kupaksakan tubuhku bangkit dari tempat tidur. Saat aku berhasil duduk, pada salah satu pojok kamar, aku melihat kakek tua berjubah putih berdiri menghadap ke arahku. Badan kakek berjubah itu tinggi, tapi aku tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas. Aku heran, kenapa lampu kamarku menjadi redup, padahal sebelum aku merebahkan diri tadi, lampu kamar yang belum sempat aku matikan itu cahayanya sangat terang.

Berdoa di Media Sosial


Ketika seorang teman bertanya kepada saya, apakah pantas berdoa di media sosial? 
Jawaban saya: TIDAK!

Sharing atau berbagi lafaz doa di media sosial itu bagus!
Tetapi kalau berdoa di media sosial?
Maaf, itu sama saja berperilaku tidak sopan ketika bertutur kepada Tuhan.

Mengutip analogi dari sahabat saya, pak +Jara Kada:
Ketika ada seseorang yang meminta bantuan kepada Anda, tapi mukanya menghadap kepada orang lain.

Apakah Anda akan menolong orang tersebut dengan ikhlas?
Apakah menurut Anda orang tersebut sudah bersikap sopan?

Menelaah Keberadaan Cinta Sejati Dalam Ranah Cinta Romantik


CINTA, tidak akan habis waktu untuk menguraikan kata yang satu ini, mengingat berlikunya misteri yang tersimpan di balik wujudnya yang tidak terlihat, namun dapat dirasakan. Meskipun sudah banyak uraian yang telah ada tentang cinta, tapi belum ada seorangpun yang sanggup mengartikannya secara utuh yang dapat mewakili semua pandangan dan pendapat. Di sini saya ingin mencoba ikut menguraikan pandangan dan pendapat saya tentang cinta, khususnya untuk cinta romantik. Sebelumnya saya mohon maaf, semua pandangan saya tentunya tidak terlepas dari histori cinta yang pernah saya lewati dan ditambah dengan opini terdahulu dari orang-orang yang telah memberikan banyak pelajaran bagi saya tentang cinta, termasuk juga di dalamnya buku-buku yang telah menemani saya dalam perziarahan hidup. 

Ada beberapa hal yang menarik hati saya untuk ikut menuangkan pandangan dan pendapat saya tentang cinta. Belakangan banyak saya temui di lingkungan sekitar saya, katakanlah sang pelaku cinta (dalam konteks cinta romantik) yang terlalu berlebihan dalam mengekspresikan perasaannya. Tidak bermaksud sinis atau lain sebagainya, karena saya sadar setiap kita tentu mempunyai hak dan kebebasan untuk berperilaku seperti apa yang kita mau terhadap pasangan yang kita cintai, selagi masih pada jalur yang benar dan tidak melanggar nilai-nilai serta norma-norma yang ada di lingkungan tempat kita hidup, tentu semua wajar-wajar saja, namun di sini saya hanya mencoba berbagi, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua.

Selasa

Create Peace (Damai di Hati)




Mencoba berkata sesuai dengan apa yang diisyaratkan mata kepada hati dari apa yang sudah ia lihat, mencoba berkata sesuai dengan apa yang diisyaratkan telinga kepada batin dari apa yang sudah ia dengar, mencoba berkata sesuai dengan apa yang diisyaratkan fikiran kepada sanubari dari apa yang sudah ia fahami. Selaras dengan deskripsi blog sederhana saya ini “Ceritakan pada semua bahwasanya damai itu Indah” saya ingin sedikit mengungkapkan kata hati saya, sembari berusaha untuk menggugah kembali ingatan kita semua akan pentingnya sebuah kedamaian.

“Damai di Hati”

DAMAI, rasanya menarik untuk menelaah kata yang satu ini, mengingat belakangan banyak terjadi di sekitar kita konflik, pertikaian serta tindak kekerasan fisik juga non fisik, baik yang terjadi di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat.