Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan

Minggu

AYAM SAYUR

Image: tikatizta.blogspot.com

Pak Toyo memejamkan mata penuh penghayatan, menikmati seruput pertama kopi hitam pesanannya. Sementara Pak Warsidi yang menjadi teman bercakap-cakapnya siang itu tengah fokus menatap layar ponsel, membalas pesan dari anak sulungnya yang sudah dua tahun bekerja di luar negeri.
“Zaman edan, semua jadi kebolak-balik,” celetuk Pak Toyo menggeleng-gelengkan kepala saat melihat seorang pria muda melintas sambil menggendong anaknya yang masih bayi.
“Kebolak-balik bagaimana?” tanya Pak Warsidi sembari meletakkan ponsel di atas meja.

Senin

Cari Kerja Apa Cari Duit?


Tiga bulan menapak waktu sebagai pengangguran intelek, Damar mulai dihinggapi rasa jenuh. Untaian detik setiap harinya ia habiskan di dalam kamar kos. Ke mana hendak pergi, teman-teman pun sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Dari pagi hingga petang menjelang, suasana di sekitar kos juga sepi, karena ditinggal penghuninya yang tengah memburu pundi-pundi rupiah.
Menjelang tengah hari, di halaman kos Damar melihat pak Saiman lagi membersihkan sampah menggunakan sapu lidi. Keberadaan pak Saiman menjadi pelipur tersendiri bagi Damar yang fakir teman ngobrol. Damar melangkah keluar mendekati pak Saiman.
“Lagi bersih-bersih pak.”
“Eh, iya nak Damar.”
“Boleh saya bantu.”
“Jangan, nanti baju nak Damar kotor.”
“Enggak apa-apa, pak.”
Walau dicegah, Damar tetap membantu pak Saiman memindahkan sampah ke dalam tahang.
Damar merasa kagum melihat semangat kerja pak Saiman. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, pak Saiman seperti tidak kenal lelah. Sebagai orang kepercayaan pemilik kos, pak Saiman yang mengurus segala kebutuhan penghuni rumah kos yang terdiri dari sepuluh kamar itu. Mulai dari membersihkan sampah, mengurus listrik, air, hingga memperbaiki kerusakan bangunan. Satu pekerjaan berat lain yang harus dilakoni pak Saiman adalah menghadapi penghuni kos dengan berbagai latar belakang dan karakter. Keluhan, hardikan, bahkan cacian, namun semua itu tidak menyurutkan semangatnya.

Selasa

Mundur Teratur



 
Membaca judul di atas jadi teringat memori kala latihan baris berbaris saat upacara bendera waktu di sekolah dulu ya? Walaupun aslinya sering bolos dan sering tidak ikut upacara, (B.O yang ini tidak untuk dicontoh, jiheheehee.). Kali ini saya tidak ingin membahas tentang upacara ataupun saat latihan baris berbaris waktu di sekolah. Sebenarnya tulisan ini saya angkat dari hasil curhat salah seorang teman saya beberapa bulan yang lalu. Buat teman saya: Maaf ya, ini hanya ingin berbagi saja kok kepada teman-teman yang lain, mudah-mudahan bermanfaat, bolehkan? Tenang saja, nama sumbernya nggak diikut sertakan kok, cuma ceritanya aja, peace! :)