| Source: Bookslife |
Tampilkan postingan dengan label Lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lucu. Tampilkan semua postingan
Jumat
Jolang Versus Koruptor
Label:
Buku,
Guru,
Humor,
Jolang,
Jomblo,
Keluarga,
Lucu,
Motivasi,
Ngakak,
Novel,
Novel Jolang,
Perjodohan,
Persahabatan,
Politik,
Romance,
Sahabat,
Sederhana
Minggu
Korenah VI
![]() |
| Image Google |
Iklan
Pulang sekolah, Andri
selonjoran di ruang tengah sambil menonton televisi. Saat lagi asyik menonton,
Andri dikagetkan oleh suara panggilan mak Ratna yang tengah memasak di dapur.
“Le!”
“Iya, Mak.”
“Kamu lagi apa?”
“Nonton tipi.”
“Nanti kalau udah
iklan, tolong beliin mak kecap ke warung depan.”
“Iya, Mak.”
Sabtu
Korenah V
![]() |
| Image: dreams.co.uk |
(Jin Ifrit)
Mak Ratna histeris ketika
mengetahui wajan yang sedang ia gunakan untuk menggoreng ikan, hilang begitu
saja di atas tungku.
“Aaaaaaaaaaaaach, auw auw, wajanku!”
Mendengar mak Ratna
histeris, pakle Veyz yang tengah merenovasi kandang ayam, berlari secepat
bayangan menuju dapur.
“Ada opo toh, mbakyu?” tanya pakle Veyz.
“Anu … wajan hilang.”
“Pasti salah nyimpan.”
“Salah nyimpan opo? Orang tadi wajannya lagi mbak pakai
menggoreng ikan. Baru saja mbak tinggal nyuci sendok, pas balik, wajannya sudah
hilang, dicuri orang kali ya?”
“Wah … ndak yakin aku ada
orang mau mencuri wajan burik bopeng.”
Korenah IV
![]() |
| Image: daridwina.wordpress.com |
Timur membentang,
kemilau rona langit membasuh bumi, menyentuh embun nan riang menari di ujung
daun. Di sela bayang-bayang kabut tipis, kokok ayam jantan bersenandung merdu
mencambuk keheningan, sebagai pengingat waktu bagi manusia agar segera keluar
dari bingkai mimpi.
Selesai mandi, pakle
Veyz duduk manis di depan televisi menikmati berita pagi. Sementara mak Ratna
sibuk di dapur menyiapkan sarapan. Nah, Andri ke mana?
“Dik Veyz, nikahan
anak bu Sukarti hari ini ya?” tanya mak Ratna pada pakle Veyz.
“Iya, mbakyu … jam
berapa kita ke sana?”
“Nanti aja abis
sarapan, tunggu Andri bangun dulu.”
Pagi itu pakle Veyz,
mak Ratna, dan Andri akan menghadiri resepsi pernikahan anak bu Sukarti.
Korenah III
![]() |
| Image clipartlord.com |
Motor WIN pelat merah
melaju pelan membelah jalan berkerikil di kaki bukit. Dengan sikap berkendara
super hati-hati, pak Kades meliuk-liuk menjaga keseimbangan agar tidak
tergelincir. Jalan tanah berlubang, kerikil dan batu berbagai ukuran menjadi
penghalang yang membuat kendaraan dinas pak Kades tidak bisa melesat cepat. Siang
itu pak Kades hendak menemui warga yang akan mendapat bantuan dari pemerintah
pusat berupa sapi yang didatangkan langsung dari Inggris.
“Mau ke mana, pak
Kades?” sapa pakle Veyz berjongkok memancing ikan gabus di rawa-rawa tepi
jalan.
Mendengar suara
seseorang menyapa, spontan pak Kades memalingkan wajah, tangan kirinya reflek
menekan tuas kopling, membuat motor yang ia kendarai meluncur mulus dan baru
berhenti ketika ban depan terjerembat masuk ke lubang jalan. Pak kades pun
tersungkur bersama motor dinasnya.
“Oooiiii! Kalau mau nyapa
lihat-lihat dong!”
Pakle Veyz
menancapkan joran pancing ke tanah, bangkit, mengangkat pinggang celana agar
tidak melorot, kemudian bergegas menolong pak Kades.
“Pak Kades enggak
apa-apa?”
“Rasanya sih enggak
apa-apa.”
Saat memapah pak
Kades ke sisi jalan, ekor mata pakle Veyz melihat joran pancingnya
bergerak-gerak. Tidak ingin kehilangan momen, pakle Veyz berlari secepat
bayangan mendekati joran, agar ikan yang memakan umpannya tidak kabur.
Kamis
KORENAH II
![]() |
| Image google |
Pukul satu siang, mak Ratna leyeh-leyeh di ruang
tengah. Menonton acara gosip artis, ditemani setoples camilan kacang-kacangan,
mulai dari kacang tanah, kacang kedelai, sampai kacang panjang.
“Mom,
pakle mana?”
sapa Andri.
“Mam
mom mam mom, mak ya mak aja, le!” balas mak Ratna ketus.
“Biar keren, mak. British
british!”
“Keren sih
keren, tapi sesuaikan sama tampang dong! Panggilan Maman itu punya orang kaya.”
“Mom,
mak, bukan Maman.
Waduh! Pakle mana mak?”
“Katanya tadi ke warung depan. Kamu jadi beli motor
baru?”
“Jadi, kan sekarang mau berangkat ke dealer sama
pakle.”
“Bagus. Ingat! Kamu punya utang sama mak tiga ratus
ribu, katanya mau diganti hari ini.”
“O
iya, aku lupa, nanti
siang ya, mak. Aku mau menyusul pakle Veyz dulu ke warung depan.”
Sejurus kemudian Andri bangkit dan bergegas keluar
rumah.
Di tengah jalan menuju warung, Andri berjumpa pakle
Veyz.
“Mau ke mana kamu, le?”
tanya pakle Veyz.
“Mau nyari
pakle. Kita jadi ke dealer motor kan?”
“Jadi dong.”
“O
iya, Pakle. Anu …”
“Opo
toh, le? Ra jelas kamu itu.”
“Anu, pakle.”
“Opoooo?”
“Katanya pakle mau minjamin
aku duit tiga ratus ribu, mana?”
“O
iya, pakle lupa.
Nanti siang ya, le.”
Rabu
KORENAH
![]() |
| Image google |
Semburat fajar menyingsing, tersenyum genit menyapa
embun. Kicauan burung-burung kecil di ujung ranting, bak motivator membakar
semangat pagi.
“Pagi yang cerah,” gumam pakle Veyz, sembari membuka
jendela kamarnya yang pengap. Sejuk udara pagi, bertempur melawan hawa
sisa-sisa ngorock pakle Veyz semalam.
Di tepi jendela, pakle Veyz membentangkan tangannya, menggeliat laksana aktris
di film drama romantis, yang tampak sekilas di kaca jendela apartemen mewah.
Ketika tengah asyik menikmati sejuknya udara pagi dari
balik jendela sepi, tiba-tiba pakle Veyz merasakan sesuatu yang aneh di dalam
perutnya. Tanpa pikir panjang, segera pakle Veyz melangkah keluar kamar.
“Bruduuuk!”
Karena terburu-buru pengin cepat mendarat di kakus
belakang rumah, di depan pintu kamar, pakle Veyz menabrak Andri yang melintas
dari dapur menuju ruang tengah. Andri tengah membawa segelas susu coklat bekal
sarapan.
Susu coklat yang berada di tangan Andri, tumpah tepat
di wajah pakle Veyz. Paman dan keponakan itupun jatuh terhempas ke lantai.
Selasa
Bakat
![]() |
| Image Google |
Bakat adalah kemampuan yang
menonjol. Tapi perlu dicatat! Tidak semua yang menonjol adalah bakat.:D
Bakat merupakan bawaan
lahir. Tapi ingat! Tidak hanya bakat yang dibawa ketika lahir, kadang ada juga
yang bawa koper.:D
Saya tidak akan bisa
mendefinisikan bakat secara utuh hingga dapat mewakili semua pandangan, karena
saya memang tidak berbakat untuk itu. Namun saya tetap berusaha sesuai batas
kemampuan yang saya miliki, untuk menelaah dan membagikan hasilnya kepada teman-teman
semua.
Apa sih sebenarnya bakat
itu?
Bakat adalah kepandaian, sifat
dan pembawaan yang dibawa sejak lahir. ß
Walau hasil nyontek dari KBBI, tapi saya tetap bangga, karena ternyata saya
juga punya bakat nyontek.:D
Nah, agar pembahasan ini tidak
ngapung alias ngambang, terus hanyut ke muara, wahahhahaa. Saya akan memberikan
contoh yang kongkret dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
Contoh:
Jumat
Real Jokes (Jilid III)
Setelah Real Jokes Jilid I dan II, akhirnya yang Jilid III
pun usai dikocok-kocok. Tapi ingat, bukan untuk ditiru, apalagi tanpa pengawasan
orang dewasa.:D
Langsung TKP saja ya!
Langsung TKP saja ya!
Kisah ini terjadi tahun 2004 di
kota hujan. Pukul 20:00 wib setiap malam sabtu adalah jadwal latihan band saya dan teman-teman. Seperti minggu-minggu sebelumnya, 15 menit sebelum pukul 20:00 wib, saya dan pasukan sudah standby di halaman studio musik tempat
kami biasa nangkring. Di halaman depan studio memang disediakan bangku tempat
duduk untuk yang lagi antre menunggu giliran latihan. Ketika menunggu
itu, saya dan pasukan mendapatkan kenalan baru, cewek kece tentunya, wehehehee,
inisialnya DW. Si DW lagi menunggu temannya yang lagi latihan. Cerita punya
cerita dan olah punya olah, si DW begitu sangat cepat akrab dengan saya, pun
begitu sama teman-teman saya. Gombal punya gombal dan rayu punya rayu, ujung-ujungnya
si DW pun bersedia menemani saya dan
teman-teman sampai usai latihan, dengan catatan salah seorang dari kami harus ada
yang bersedia mengantarkannya pulang.
Selasa
Real Jokes (II)
Sesuai janji
saya pada postingan Real Jokes (I). Yang mana pada postingan kala itu saya
berjanji akan mempublish cerita kejailan yang pernah saya lakukan kepada teman-teman terdekat saya dan kali ini saya
akan memenuhi janji tersebut. Siapkan diri untuk terbahak, tapi ingat! Bukan untuk
ditiru, apa lagi tanpa pengawasan orang dewasa.:D
Langsung ke
TKP aja ya!
*
Cerita ini
tahun 2000-an. Teman saya bernama DJ (inisial) dapat kenalan baru seorang cewek
berinisial DV, dari perkenalan itu si DJ mendapatkan nomor telepon rumahnya si
DV. Berhubung dulu handphone belum menjamur seperti sekarang, warung telepon (wartel)
dan telepon koin merupakan alternatif paling istimewa bagi setiap playboy kabel
cap kuda congek dalam beraksi. Siapkan koin secukupnya, jam tujuh malam adalah saat
paling tepat untuk beraksi.
Bergegas
sedikit tergesa menuju telepon umum, berikut segenggam koin yang telah
disiapkan. Setelah sampai, ternyata si DJ tidak memiliki nyali yang cukup untuk
menelepon cewek yang baru tadi siang ia kenal. Terpaksa mau nggak mau, saya yang turun langsung ke lapangan. Tanpa pikir panjang gagang telepon pun saya angkat, koin saya
masukkan dan si DJ pun mulai menyebutkan nomor bidadari yang dituju.
Kamis
Wakakakah
Perkenalkan gue seorang jegers yang juga bloggers, twipers tapi gue bukan facebooker, wakakakkah. Gue membatalkan rencana gue untuk beli BB karena di BB ada fitur BBMnya. Asli, gue trauma berat mendengar kata BBM yang doyan naik melulu tapi selalu amnesia untuk turun lagi. Karena alasan itulah, gue lebih memilih Bebek bertelor ketimbang BB (kan lumayan tu, kalau BBM naik harga telor pasti ikutan naik) semoga saja harga bebek kreatif dan kagak mau ikut-ikutan naik macam BBM, wakakakakah.
Selasa
Real Jokes (I)
Segala sesuatu yang lucu, pasti menghibur. Segala sesuatu yang menghibur, pasti menyenangkan. Segala sesuatu yang menyenangkan, pasti akan menitipkan cerita indah untuk dikenang. Untuk label “hiburan” kali ini, sengaja saya rangkai kenangan dan kisah lucu saya dan teman-teman semasa kecil. Siap-siap untuk ketawa ya sobat bloggers.
Let’s go!
Let’s go!
Langganan:
Postingan (Atom)









