| Source: Bookslife |
Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
Jumat
Jolang Versus Koruptor
Label:
Buku,
Guru,
Humor,
Jolang,
Jomblo,
Keluarga,
Lucu,
Motivasi,
Ngakak,
Novel,
Novel Jolang,
Perjodohan,
Persahabatan,
Politik,
Romance,
Sahabat,
Sederhana
Rabu
GANDORIAH
![]() |
| Antara Image |
Debur ombak memecah buih di atas
pasir pantai Gandoriah. Hembusan angin ditingkahi kepak sayap camar
menari-nari pada alunan riak. Bersama kemilau jingga memeluk samudra, mentari
tersipu menyongsong malam dari balik pulau
Angsa Dua. Dalam kepingan senja nan teduh, pada ujung tumpukan
batu pemecah ombak yang menjorok ke laut, Meta seorang perempuan muda duduk
terpaku menikmati senja, ia melayangkan pandang ke tengah lautan, rambutnya
yang panjang bersibak diterpa angin, kedua tangannya menggenggam erat buku
harian bewarna merah muda.
“Aku bukan Puti Gandoriah dan kamu
bukan Anggun Nan Tongga, tapi … kenapa harus kita?” ucapnya
lirih.
Perlahan Meta
membuka buku harian.
Senin
Bakiak Sakti (Loket 3)
![]() |
| Image Google |
Di
tengah perjalanan pulang usai rapat di balai desa, pak le Veyz mendengar suara
teriakan, “maling! maling!” Pak le Veyz tertegun, lalu bergegas mencari sumber
suara. Di bawah hamparan cahaya bulan yang memayungi langit malam, Pak le Veyz
melihat bayangan seseorang berlari dengan membawa buntalan kain di pundak
kirinya. Bayangan tersebut semakin lama semakin mendekat ke arah Pak le Veyz.
Sementara itu suara teriakan warga semakin jelas bergema, “maling! maling!”
Ketika
bayangan itu berjarak tiga puluh meter dari hadapannya, Pakle Veyz menepi ke
sisi jalan, lalu bersembunyi di balik sebatang pohon yang diameternya cukup
besar. “Itu pasti maling yang lagi dikejar-kejar warga,” pikir Pak le Veyz,
sambil meraih bakiak di kakinya. Ketika sosok yang membawa buntalan itu berlari
melintas di hadapannya, dengan cepat Pak le Veyz melemparkan bakiak, “Pletaaaaaak”
lemparannya tepat menghujam punggung orang yang berlari di hadapannya itu.
Kamis
Sudut Pandang
Banyak masyarakat kita terlalu fanatik dengan sistem
dan pandangan baku yang pernah diajarkan kepadanya, sehingga membuatnya buta gaya
atau mati langkah untuk mencoba menelaah sesuatu dari sudut pandang berbeda.
Saya seringkali memiliki cara pandang berbeda dari
kebanyakan rekan-rekan saya mengenai berbagai hal dalam hidup ini. Apakah itu
membuat saya dianggap aneh, gila, tak wajar dan lain sebagainya? Entahlah, Anda
yang memiliki hak untuk menilai itu.
Ketika orang
mengatakan rakyat dipimpin oleh Presiden atau Raja. Dalam
pandangan saya, Presiden dan Raja lah yang seharusnya dipimpin oleh Rakyatnya. Ketika orang
berkata murid diajari oleh gurunya.
Dalam pandangan
saya, guru dan murid semestinya
sama-sama saling belajar dan mengajari.
Langganan:
Postingan (Atom)


