Kamis

Secarik Kertas Tanpa Makna



Di lorong gang pemukiman padat penduduk, seorang Lelaki berpakaian necis berjalan sambil menggenggam secarik kertas di tangan kirinya. Detak langkahnya menghunus debu bekas galian, menghinggapi sepatu pantofel hitam yang membungkus kakinya.  Di tengah perjalanan, Ia melihat tiga orang bocah usia belasan sedang asyik bermain bola plastik. Sejenak Lelaki necis menghentikan langkahnya, lalu menghampiri salah seorang bocah.

“Dik, namanya siapa?” Tanya Lelaki necis.


Bocah: Andi, Om!


Lelaki necis: Andi sekarang kelas berapa?


Bocah: Sudah enggak sekolah, Om.


Lelaki necis: Kenapa tidak sekolah?


Bocah: Tiga bulan yang lalu Ayah sakit keras dan sampai sekarang belum sembuh. Ayah adalah tulang punggung keluarga kami. Ibu yang biasanya bertugas mengurus rumah tangga, memasak, beres-beres rumah, merawatku dan dua adikku, sekarang harus bekerja menggantikan Ayah. Ibuku sekarang berjualan makanan kecil, hasilnya hanya cukup untuk biaya makan kami sehari-hari, sisanya untuk biaya berobat Ayah.”


Lelaki necis terdiam, matanya berkaca, sambil membuka secarik kertas dari tangan kirinya, ia menuliskan sesuatu.

Selasa

Kenapa Sesatmologi?

Sumber foto: dari sini


Ternyata masih ada beberapa teman yang bertanya tentang judul blog saya, 1 + 1 = 7 dengan alamat sesatmologi.com

"Kenapa sesatmologi?"
"Kenapa 1+1= 7?"

Dan jawaban saya adalah:

Silakan baca semua konten postingan yang ada di blog saya ini dan jika sobat menemukan isi kontennya yang menyesatkan, beri tahu saya. Saya yakin sepenuhnya tidak ada konten menyesatkan yang saya tulis dan saya publish di blog ini.

Sesatmologi dan 1+1=7 yang saya gunakan sebagai judul blog adalah cara saya mengkritisi cara pandang orang-orang yang memiliki pemikiran monoton, yang hanya tahu salah jika nyata salah secara kasatmata dan jarang yang mau menelaah lebih dalam. Kenapa salah? Kok bisa salah?, dsb.

Senin

Kutipan Sang Presiden

Sumber foto: Jokowi

Kutipan Sang Presiden adalah rangkuman pernyataan Bapak Presiden Joko Widodo yang saya kutip dari tweet atau kicauan akun twitter miliknya. Kutipan ini tidak mengambil semua  tweet dari akun twitter milik Pak Jokowi, kecuali kata-kata yang menurut saya menarik. 

Selamat membaca!    


Hati nurani adalah indera keenam yang melengkapi kelima indera, jadikanlah kompas dalam setiap langkah.

..