Semoga belum lupa. Ketika semua
lembaga survei kredibel mengatakan Jerman menang tipis atas Argentina,
sementara ada beberapa lembaga survei abal-abal yang ngotot mengatakan
Argentina sebagai pemenangnya.
Ada suatu masa yang mana pesta
demokrasi diwarnai dengan perseteruan sengit seolah kita tak berdiri di antara
tiang bendera yang sama. Saling serang, saling sikut, saling hantam, perang
opini, sampai perang fitnah. Memang tidak melibatkan fisik, tetapi proses itu
telah cukup membuat urat saraf lelah, bahkan nyaris putus. Nusantara seperti
terbelah, seolah kita tidak lahir dari rahim yang sama (Ibu Pertiwi), seolah
kita bukan putra putri terbaik bangsa yang terdidik dengan budaya timur yang
menjunjung tinggi norma dan nilai-nilai (kesopanan).
Pantaskah kita merindukan suasana
seperti kala itu atau malah merasa jijik ketika harus mengenangnya?
Lantas, apa yang salah dengan
demokrasi kita?

