Rabu

Sayap-Sayap Mimpi Yang Lelah


Sayap-sayap mimpi yang lelah
Membumbung tinggi di angkasa luas
Beribu doa menyelimuti harap jutaan kalbu

Ada jiwa yang tersenyum di pusarannya
Ada pula yang menangis
Ada yang haru biru
Ada pula yang hitam pekat dalam kenistaan

Asked Why II (Politic)


“Tidak ada kata terlambat, asal masih bernafas”

Lebih dari dua tahun yang lalu, saya menulis tulisan berjudul Asked Why yang isinya memuat pertanyaan-pertanyaan dan jawaban kritis tentang segala hal di kehidupan (sosial, politik, hukum, gaya hidup, dsb). Kali ini saya tertarik untuk menulis edisi selanjutnya. Jika “Asked Why” sebelumnya pokok bahasannya mengenai segala warna warni kehidupan. Berhubung sekarang tahun politik, saya tertarik mengangkat tema tentang politik.

Untuk sobat yang belum membaca Asked Why edisi sebelumnya, sila lihat di sini --> cikidot


Bahas politik itu santai saja brew!
Jangan terlalu serius,
kalau nggak mau terkena penyakit kuning!

\m/


Berdoa di Media Sosial


Ketika seorang teman bertanya kepada saya, apakah pantas berdoa di media sosial? 
Jawaban saya: TIDAK!

Sharing atau berbagi lafaz doa di media sosial itu bagus!
Tetapi kalau berdoa di media sosial?
Maaf, itu sama saja berperilaku tidak sopan ketika bertutur kepada Tuhan.

Mengutip analogi dari sahabat saya, pak +Jara Kada:
Ketika ada seseorang yang meminta bantuan kepada Anda, tapi mukanya menghadap kepada orang lain.

Apakah Anda akan menolong orang tersebut dengan ikhlas?
Apakah menurut Anda orang tersebut sudah bersikap sopan?